Bantuan Bencana atau Promosi ??

Seperti yang kita ketahui, saat ini sedang banyak terjadi bencana di beberapa wilayah di Indonesia. Bencana yang menimbulkan banyak korban ini, menimbulkan pula niat baik kita untuk menolong sesama. Beberapa lembaga dengan kapasitas masing-masing melalui beragam media, termasuk media sosial menyumbangkan bantuan kepada para korban bencana tersebut. Tidak ketinggalan juga berbagai perusahaan dan partai politik ramai-ramai memberi bantuan sosial di lokasi bencana dan pengungsian. Baru saja saya membaca artikel di kompas.com yang berjudul “Selimut Kurang, Spanduk Bertaburan”. Sungguh dari membaca judulnya saja sudah sangat menohok. Tapi memang inilah kenyataannya. Di lokasi bencana Gunung Merapi misalnya, banyak sekali terpasang bendera atau spanduk dari partai politik, operator seluler, produk minuman dan makanan, serta lainnya. Padahal para pengungsi masih kekurangan selimut. Sungguh ironis..

Ya, memang mereka berniat untuk membantu korban bencana. Namun, apabila perusahaan atau partai-partai politik benar-benar berniat ingin membantu korban bencana, maka membantulah dengan ikhlas, tidak perlu mengambil kesempatan wilayah bencana sebagai area untuk berpromosi. Promosi bisa dilakukan di waktu lain yang lebih tepat dan lebih etis.

Apabila kita membandingkan bencana tahun lalu, yaitu jebolnya tanggul Situgintung dengan bencana yang belakangan ini terjadi di Indonesia, maka akan terlihat sebuah perbedaan. Di beberapa posko pengungsi bencana Situgintung tahun lalu lebih terlihat dengan maraknya bendera partai politik dimana-mana. Pemandangan terlihat waktu itu justru lebih mirip hari-H pemilu karena banyaknya nama, warna dan parpol yang menghiasi berbagai lokasi di dekat tempat kejadian Situgintung. Begitu meriahnya warna-warna partai yang bersilewaran di sekitar lokasi, merah, kuning, hijau, biru mewarnai pemandangan. Kalau kita perhatikan lagi, bahwa bencana Situgintung tersebut terjadi sebelum pemilu dilaksanakan. Kesannya parpol-parpol ini memanfaatkan situasi bencana tersebut sebagai kesempatan untuk berpromosi. Dan tentu saja, spanduk-spanduk tersebut dipasang di tempat yang banyak dikunjungi pejabat-pejabat dan sering diambil gambarnya oleh beberapa stasiun televisi. Jarang terlihat spanduk-spanduk sponsor tersebut di tempat pengungsian yang sepi.

Kasian mereka para korban itu, sudah menjadi korban, ditambah lagi menjadi ‘korban’ untuk dimanfaatkan sebagai promosi. Bagaimana bisa para korban merapi misalnya, yang sedang berduka dan was-was dengan datangnya awan panas setiap saat dibekap sedemikian rupa untuk memperhatikan spanduk-spanduk merek yang menari-nari di sana? Mereka sudah terkuras energinya, air mata, dan hatinya tapi masih ‘dipaksa’ membaca dan menonton kibaran bendera merek yang jualan produk. Aktivitas pemasaran memang penting, tetapi bukan berarti menghalalkan segala cara, tak peduli tempat dan situasi. Apalagi di tengah bencana dengan memberi bantuan sekaligus ‘meneror’ para korban bencana dengan promosi produk secara vulgar.

Tetapi pada akhirnya, walaupun membantu dengan pamrih, masih patut untuk disyukuri juga karena bantuan itu memang sangat bermanfaat bagi korban bencana. Lebih baik mereka membantu walaupun dengan memasangkan spanduk-spanduk daripada hanya berpangku tangan saja dan semoga kita bukan termasuk orang-orang yang mengambil keuntungan dibalik kesedihan orang lain. Saat tangan kanan memberi, hendaknya tangan kiri kita tidak mengetahuinya.

SUMBER :

http://www1.kompas.com/read/xml/2010/11/02/1127381/selimut.kurang.spanduk.bertaburan

1 Comment (+add yours?)

  1. Teguh
    Dec 04, 2010 @ 12:53:38

    yah itulah strategi marketing mencari muka.selagi ad kesempatan ya dimanfaatkan.hehee..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: