Dokter Sebagai Leader

Perkembangan jaman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat banyak perubahan di dunia ini, termasuk di dunia kedokteran. Kalau dahulu paradigma pelayanan prima berfokus pada provider, sekarang lebih berfokus pada customer atau dalam hal ini adalah pasien. Dalam tatanan dunia yang semakin kompleks, dokter dituntut menjadi sosok yang ideal sesuai konsep yang dicanangkan oleh WHO, dimana seorang dokter harus memiliki konsep The five stars doctor (health care provider, decision maker, community leader, manager dan communicator).

Intinya dokter diharapkan dapat menjadi seorang yang professional, orang yang bisa memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar operating prosedur atau standar pelayanan medis dan standar etika profesi. Ditambah dengan jiwa kepemimpinan, untuk memimpin pasiennya ketika pengobatan, berkomunikasi efektif dengan pasien, untuk membentuk suatu kerja sama yang optimal dalam program promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

Dalam hal ini, kepemimpinan dalam jati diri dokter sangat penting, karena dengan kepimimpinan dokter yang baik maka dokter tersebut bisa menjadi “agent of change” di lingkungannya, untuk menjadikan masyarakat berperilaku sehat, dapat menjaga dan memelihara kesehatannya, lingkungannya, agar mereka dapat menjadi individu, keluarga, dan masyarakat yang produktif.

Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemampuan untuk tujuan kelompok (George R. Terry)

Kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (Harold Koontz dan Cyril O’Donnell)

Kepemimpinan adalah seni mengkoordinasi dan memotivasi individu2 serta kelompok2 untuk mencapai tujuan yang diinginkan (John D. Pfiffner & Robert Presthus)

Kepemimpinan merupakan key success factor dari proses perubahan yang besar. Para pengikutpun akan dengan sukarela mendukung terjadinya suatu perubahan mengikuti kepemimpinan yang kuat (WHO)

Harap dibedakan pula, bahwa kepemimpinan berbeda dengan managerial. Kepemimpinan lebih pada menciptakan terobosan baru dan mengambil resiko, sementara managerial lebih pada mencapai tujuan dari keputusan dan memfokuskan pada kestabilan, bukan mengambil resiko.

Untuk menciptakan perubahan dibutuhkan transformational leadership yaitu kepemimpinan yang bersifat karismatik, inspiratif, stimulatif, dan berani mengambil resiko dengan penuh pertimbangan. Seseorang bisa dikatakan pemimpin yang transformational apabila :

  • Memiliki visi dan tujuan kedepan yang jelas
  • Mempunyai kemampuan sbg dinamisator organisasi dan menunjukkan semangat yang tinggi dalam melaksanakan tugas organisasi secara benar dan bertanggungjawab
  • Menciptakan iklim saling percaya, saling menghargai dan membantu kolega lain untuk senantiasa meningkatkan kapasitas pribadi

Menjadi seorang pemimpin yang sukses, bukan pekerjaan yang mudah. Dokter dengan filosofi “melayani”nya menjalankan amanah memimpin diharapkan menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi.
Maka dari itu, sebagai pemimpin agaknya dia mampu :

1. Teladan
Teladan ini bisa diwujudkan jika pemimpin bisa memberi contoh perilaku dirinya sebelum memerintahkan ke stafnya. Tidak mungkin kedisiplinan bisa diterapkan jika tanpa dimulai dari diri pemimpin.

2. Tawadlu
Tawadlu atau sikap rendah diri. Sikap rendah diri ini harus ada pada diri pemimpin. Pemimpin tentu lebih disegani bawahan, jika ia bersikap rendah hati daripada tinggi hati.

3. Tanggungjawab
Tanggungjawab menunjukkan satu sikap yang dapat dipercaya. Kepercayaan yang kita terima harus disertai dengan bukti nyata. Terakhir amanah ini juga harus dipertanggungjawabkan pada hati nurani kita dan Tuhan Yang Maha Kuasa

Di dalam suatu pelayanan kesehatan, dokter menjadi “center of stage”, dimana nasib semua tenaga kesehatan bergantung pada dokter dan alurnya pun dipimpin oleh dokter. Dimulai dari pasien datang ke dokter, dokter memeriksa pasien tersebut kemudian menentukan harus diapakan pasien ini, apakah periksa lab dahulu atau periksa radiologi, atau harus dilakukan tindakan medis yang dibantu oleh perawat. Dokter disini sebagai pengambil keputusan yang tepat dan bijaksana. Dokter disini juga harus bisa memimpin kerja sama yang baik dengan tenaga kesehatan lainnya sehingga menghasilkan kolaborasi yang sinergis.

Pada hakikatnya, kita semua merupakan pemimpin di muka bumi ini. Sembari terutama saya mengingatkan diri saya sendiri, apapun profesi, job title, serta kesibukan kita sehari-hari saat ini, marilah kita jalankan kepemimpinan kita di semua tingkat kehidupan secara maksimal dan dengan sebaik-baiknya. Apalagi, jika secara struktural formal saat ini diri kita merupakan pimpinan yang menjadi tumpuan harapan bagi begitu banyak orang. Sungguh, tiada seorang pun yang tahu kapan ‘saat’ yang telah ditentukan itu akan tiba. Namun semoga, jikalau esok pun adalah waktunya, kita tak menyimpan sesal dan berserah dengan kelapangan jiwa. Kepemimpinan kita, hidup kita, adalah sebuah legenda.

SUMBER :

–          Kuliah Prof. dr. Budi Mulyono, Sp.PK(K) “Leadership & Teamwork in Health Service”

–          Richard Smith. 2009. Doctor and Leadership, Oil and Water?

–          http://www.who.int/hrh/en/HRDJ_1_1_02.pdf

–          http://dr-suparyanto.blogspot.com/2009/11/konsep-kepemimpinan-leadership.html

–          http://www.pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=904&tbl=artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: